Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Bagaikan Tersengat Listrik

Gambar
Bagaikan Tersengat Listrik Oleh Muhammad Fajri, M.Pd. Kadang kita dapat nasihat dari sumber yang tidak terduga, kalau kita punya hati dan pikiran yang terbuka... Begitulah yang terjadi dengan Rama. Rama adalah siswa kelas 11 dari sekolah SMA Cinta Manis, jurusan IPS.  Suatu ketika di sekolah sedang mengadakan Ujian Tengah Semester. Saat itu mata pelajaran yang diujikan adalah Geografi dan Ekonomi. Rama dengan senang hati menyambut kedua mata pelajaran tersebut saat Ujian, karena Dia sudah belajar di rumah dengan serius.  Saat ujian ekonomi, Rama membaca seluruh soal. Totalnya 8 soal. Ketika melihat soal. Hitungan, tiba-tiba Rama terlupa dengan rumusnya. Karena soal nomor 6-8 semuanya hitungan. "Aduh.... Kacau.... Kalo gak terjawab nanti nilai aku merah ini....", gumam Rama di dalam hati. Karena tidak mau nilainya merah, maka Rama tanpa pikir panjang mau menyontek dengan teman yang dibelakangnya yaitu Nadine. "Sstt.. Din... Minta tolong Din... Rumus nomor 6-8 ...

PEMBUKTIAN

Gambar
PEMBUKTIAN Oleh Muhammad Fajri, M.Pd. Kita hidup di dunia ini kadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, terkadang juga ada yang meremehkan. Akan ada orang-orang yang menilai dirinya lebih tinggi daripada yang lain. Akan ada orang-orang yang senang menilai orang lain hanya dari penampilan luar.  Saat kamu menghadapi situasi semacam itu, adalah wajar untuk merasakan kecewa dan mungkin marah karena mereka telah salah paham denganmu. Pastikan dirimu tidak menjadi berkecil hati ketika menerima perlakuan semacam itu. berpikirlah bahwa diremehkan orang lain bisa menjadi hal bagus.  Seperti itulah yang dialami oleh Bagas, seorang remaja yang berumur 17 tahun. Dia anak yang pandai dan berprestasi di sekolahnya, namun dia juga merasa tidak cukup menguasai ilmu dunia saja. Maka dia belajar ilmu agama juga dengan seorang Ustadz, mulai dari baca Iqro, sholat, dan hal-hal dasar Islam lainnya. Bahkan Bagas tidak puas, dia ingin menghafal Al-Qur'an karena dia menganggap bahw...

TIGA DUA

Gambar
Tiga Dua Oleh Muhammad Fajri, M.Pd. Aji, Mantok, Nanda, Bule, dodok, Ridho, dan Diki, mereka adalah teman sepermainan sejak kecil. Jarak mereka tinggal satu sama lain itu dekat. Ketika mereka sudah Ujian Nasional, sembari menunggu wisuda sekolah, mereka mengisi waktu luang dengan bermain futsal. Mereka membuat tim futsal dengan nama tim  Sentosa FC karena mereka tinggal di jalan sentosa. Mereka beranggotakan 7 orang. Namun, kadangkalanya mereka bermain dengan 9-10 pemain dikarenakan mereka mengajak teman mereka.  Pada tim ini, Aji selaku kaptennya. Dia merasa bertanggung jawab untuk mencari lawan tanding minimal di setiap pekannya. Kadang mereka mendapatkan lawan tanding dua kali dalam sepekan. Lawan tanding bisa berasal dari teman sekolah Aji atau teman sekolah dari Mantok, Nanda, Bule, dodok, Ridho, atupun Diki. Mereka semangat sangat bersemangat sekali ketika bermain futsal. Hari demi hari berlalu sudah sembilan kali tanding dengan tim yang berbeda-beda, namun m...

Melawan Kemustahilan

Gambar
Melawan Kemustahilan By Muhammad Fajri, M.Pd. Abdullah adalah seorang anak pondok pesantren. Dia belajar di Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an Izzatul Ummah, sekarang memasuki usia 14 tahun. Saat itu dia sudah berada di kelas 9 tingkat SMP sederajat. Dia adalah salah satu santri yang hobi bermain futsal, dan nampaknya beliau mempunyai bakat di bidang itu, sehingga ketika ada jam bermain, beliau selalu bersemangat serta menikmati. Suatu ketika, Ustadz Aji, selaku wakil kurikulum di pondok pesantren memberitahu info pengumuman bahwa Pondok Pesantrennya akan mengikuti sebuah ajang perlombaan di Sekolah Islam Terpadu Barokah. Dari banyaknya ajang perlombaan, pondok pesantren dia hanya mengirimkan empat ajang saja yaitu, futsal, Basket, Da'i dan Tahfizhul Qur'an. Kemudian Ustadz Aji mengumumkan nama-nama santri yang akan mengikuti lomba tersebut. Nama Abdullah disebut untuk mewakili lomba futsal tingkat SMP. Seketika wajah Abdullah berseri-seri, ditambah lagi teman-tem...