Postingan

Bagaikan Tersengat Listrik

Gambar
Bagaikan Tersengat Listrik Oleh Muhammad Fajri, M.Pd. Kadang kita dapat nasihat dari sumber yang tidak terduga, kalau kita punya hati dan pikiran yang terbuka... Begitulah yang terjadi dengan Rama. Rama adalah siswa kelas 11 dari sekolah SMA Cinta Manis, jurusan IPS.  Suatu ketika di sekolah sedang mengadakan Ujian Tengah Semester. Saat itu mata pelajaran yang diujikan adalah Geografi dan Ekonomi. Rama dengan senang hati menyambut kedua mata pelajaran tersebut saat Ujian, karena Dia sudah belajar di rumah dengan serius.  Saat ujian ekonomi, Rama membaca seluruh soal. Totalnya 8 soal. Ketika melihat soal. Hitungan, tiba-tiba Rama terlupa dengan rumusnya. Karena soal nomor 6-8 semuanya hitungan. "Aduh.... Kacau.... Kalo gak terjawab nanti nilai aku merah ini....", gumam Rama di dalam hati. Karena tidak mau nilainya merah, maka Rama tanpa pikir panjang mau menyontek dengan teman yang dibelakangnya yaitu Nadine. "Sstt.. Din... Minta tolong Din... Rumus nomor 6-8 ...

PEMBUKTIAN

Gambar
PEMBUKTIAN Oleh Muhammad Fajri, M.Pd. Kita hidup di dunia ini kadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, terkadang juga ada yang meremehkan. Akan ada orang-orang yang menilai dirinya lebih tinggi daripada yang lain. Akan ada orang-orang yang senang menilai orang lain hanya dari penampilan luar.  Saat kamu menghadapi situasi semacam itu, adalah wajar untuk merasakan kecewa dan mungkin marah karena mereka telah salah paham denganmu. Pastikan dirimu tidak menjadi berkecil hati ketika menerima perlakuan semacam itu. berpikirlah bahwa diremehkan orang lain bisa menjadi hal bagus.  Seperti itulah yang dialami oleh Bagas, seorang remaja yang berumur 17 tahun. Dia anak yang pandai dan berprestasi di sekolahnya, namun dia juga merasa tidak cukup menguasai ilmu dunia saja. Maka dia belajar ilmu agama juga dengan seorang Ustadz, mulai dari baca Iqro, sholat, dan hal-hal dasar Islam lainnya. Bahkan Bagas tidak puas, dia ingin menghafal Al-Qur'an karena dia menganggap bahw...

TIGA DUA

Gambar
Tiga Dua Oleh Muhammad Fajri, M.Pd. Aji, Mantok, Nanda, Bule, dodok, Ridho, dan Diki, mereka adalah teman sepermainan sejak kecil. Jarak mereka tinggal satu sama lain itu dekat. Ketika mereka sudah Ujian Nasional, sembari menunggu wisuda sekolah, mereka mengisi waktu luang dengan bermain futsal. Mereka membuat tim futsal dengan nama tim  Sentosa FC karena mereka tinggal di jalan sentosa. Mereka beranggotakan 7 orang. Namun, kadangkalanya mereka bermain dengan 9-10 pemain dikarenakan mereka mengajak teman mereka.  Pada tim ini, Aji selaku kaptennya. Dia merasa bertanggung jawab untuk mencari lawan tanding minimal di setiap pekannya. Kadang mereka mendapatkan lawan tanding dua kali dalam sepekan. Lawan tanding bisa berasal dari teman sekolah Aji atau teman sekolah dari Mantok, Nanda, Bule, dodok, Ridho, atupun Diki. Mereka semangat sangat bersemangat sekali ketika bermain futsal. Hari demi hari berlalu sudah sembilan kali tanding dengan tim yang berbeda-beda, namun m...

Melawan Kemustahilan

Gambar
Melawan Kemustahilan By Muhammad Fajri, M.Pd. Abdullah adalah seorang anak pondok pesantren. Dia belajar di Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an Izzatul Ummah, sekarang memasuki usia 14 tahun. Saat itu dia sudah berada di kelas 9 tingkat SMP sederajat. Dia adalah salah satu santri yang hobi bermain futsal, dan nampaknya beliau mempunyai bakat di bidang itu, sehingga ketika ada jam bermain, beliau selalu bersemangat serta menikmati. Suatu ketika, Ustadz Aji, selaku wakil kurikulum di pondok pesantren memberitahu info pengumuman bahwa Pondok Pesantrennya akan mengikuti sebuah ajang perlombaan di Sekolah Islam Terpadu Barokah. Dari banyaknya ajang perlombaan, pondok pesantren dia hanya mengirimkan empat ajang saja yaitu, futsal, Basket, Da'i dan Tahfizhul Qur'an. Kemudian Ustadz Aji mengumumkan nama-nama santri yang akan mengikuti lomba tersebut. Nama Abdullah disebut untuk mewakili lomba futsal tingkat SMP. Seketika wajah Abdullah berseri-seri, ditambah lagi teman-tem...

Menghadapi Orang Yang Sering Mengejek/Mengolok Kita

Gambar
Pertanyaan :  bagaimana cara menghadapi orang yang sering mengejek atau mengolok-olok kita?? Jawaban: 1. Kita bertanya kepada orang yang mengejek atau mengolok, apa yang menyebabkan dia mengejek atau mengolok? karena dalam islam kita diajarkan untuk bertabayyun يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian. [al-Hujurât/49:6]. 2. Bersabar dari nya,  Selagi ejekan itu untuk diri kita dan bukan kepada agama kita atau orangtua kita maka lebih baik kita bersabar, Karena ejekan atau pujian seseorang itu hanya sebatas lidah saja, tidak membuat kita rendah dihadapan Allah ataupu...

Adab – Adab bermain Bola dan Futsal dalam Pandangan Islam

Gambar
  Adab – Adab bermain Bola dan Futsal 1.     Niat Agar Sehat Hal yang pertama dan yang paling penting untuk berolahraga adalah niat yang baik. Kita berniat agar tubuh kita menjadi sehat dan akan mendapatkan pahala.   Hukum asal bermain sepakbola atau futsal adalah mubah, artinya tidak dilarang dan tidak diperintahkan oleh syariat. Adapun hukum asalnya mubah bisa menjadi berpahala disebabkan karena niat kita yang baik. Karena itu dalam Islam disebut ibadah ghairu mahdhoh. Sebagaimana yang dikatakan Nabi kita Muhammad Shallallahu’alaihi   wasallam   عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى Dari Umar  radhiyallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya ( HR. Bukhori, Muslim). 2.       Menutup ...

Menghilangkan Rasa Takut Terhadap Ayah

Gambar
 Pertanyaan : bagaimana cara menghilangkan rasa takut terhadap ayah kita yang sering cerewet dengan                               kita? Jawaban : Pertama , sikap wajib kita terhadap orangtua kita adalah tetap menghormati dan menyayagi mereka, walaupun mereka itu kafir (non muslim). sebagaimana firman Allah : Allah Ta’ala berfirman, وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا “ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”  (QS. Al Isra’: 23) Kedua, bersyukur kalau orangtua kita masih sering menasihati kita, artinya mereka masih peduli dengan kita.  ketiga, bersabar, karena kita dilarang membantah orangtua kita selagi perbuatannya tidak melanggar syariat islam. apalagi hanya cerewetan, dikarenakan dahulu mereka juga kesal dengan kita,masih bayi,  ...