Bagaikan Tersengat Listrik


Bagaikan Tersengat Listrik
Oleh Muhammad Fajri, M.Pd.

Kadang kita dapat nasihat dari sumber yang tidak terduga, kalau kita punya hati dan pikiran yang terbuka...

Begitulah yang terjadi dengan Rama. Rama adalah siswa kelas 11 dari sekolah SMA Cinta Manis, jurusan IPS. 
Suatu ketika di sekolah sedang mengadakan Ujian Tengah Semester. Saat itu mata pelajaran yang diujikan adalah Geografi dan Ekonomi. Rama dengan senang hati menyambut kedua mata pelajaran tersebut saat Ujian, karena Dia sudah belajar di rumah dengan serius. 
Saat ujian ekonomi, Rama membaca seluruh soal. Totalnya 8 soal. Ketika melihat soal. Hitungan, tiba-tiba Rama terlupa dengan rumusnya. Karena soal nomor 6-8 semuanya hitungan.

"Aduh.... Kacau.... Kalo gak terjawab nanti nilai aku merah ini....", gumam Rama di dalam hati.

Karena tidak mau nilainya merah, maka Rama tanpa pikir panjang mau menyontek dengan teman yang dibelakangnya yaitu Nadine.

"Sstt.. Din... Minta tolong Din... Rumus nomor 6-8 aja, aku gak nyontek jawaban, rumus doang..", bisik Rama ke Nadine.

Kemudian, belum sempat menerima jawaban dari Nadine, tiba-tiba pengawas ujian saat itu memberi nasehat kepada para siswa di kelas tersebut. Namanya Bapak Budi, Dia sering memberikan nasehat-nasehat menyentuh kepada para siswa di keseharian.

Pak Budi berkata: "anak-anakku, kalau kamu jadi orang jujur, insya Allah, Allah akan ridho, orangtuamu akan ridho, dan temanmu akan ridho".

Kemudian hati Rama bergetar bagaikan tersengat listrik, nasehat Pak Budi tersebut menyentuh hati Rama, padahal nasehat itu bukan untuk dirinya secara khusus, namun untuk semua siswa yang ada di kelas, dan Pak Budi tidak tahu kalau Rama mau menyontek.

Ketika Nadine ingin memberikan contekan (yang isinya rumus), Rama langsung menolak dengan halus, 

"Tidak jadi Din, Aku sudah bisa kok....", jawab Rama dengan senyum.

Ketika selesai Ujian, kemudian Rama pergi ke toilet namun tidak masuk toilet, hanya termenung dan tak sadar air matanya pun menetes.

"Apa yang telah aku lakukan..."
"Terima kasih Pak... Pesanmu akan kuingat selalu...", gumam Rama di dalam hati sambil menangis terseduh seduh.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghadapi Orang Yang Sering Mengejek/Mengolok Kita

Adab – Adab bermain Bola dan Futsal dalam Pandangan Islam