Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Menghilangkan Rasa Takut Terhadap Ayah

Gambar
 Pertanyaan : bagaimana cara menghilangkan rasa takut terhadap ayah kita yang sering cerewet dengan                               kita? Jawaban : Pertama , sikap wajib kita terhadap orangtua kita adalah tetap menghormati dan menyayagi mereka, walaupun mereka itu kafir (non muslim). sebagaimana firman Allah : Allah Ta’ala berfirman, وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا “ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”  (QS. Al Isra’: 23) Kedua, bersyukur kalau orangtua kita masih sering menasihati kita, artinya mereka masih peduli dengan kita.  ketiga, bersabar, karena kita dilarang membantah orangtua kita selagi perbuatannya tidak melanggar syariat islam. apalagi hanya cerewetan, dikarenakan dahulu mereka juga kesal dengan kita,masih bayi,  ...

Bersahabat dengan Non Muslim

Gambar
Pertanyaan : bagaimana hukum bersahabat dengan Non Muslim? Jawaban : لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ “Janganlah bersahabat kecuali dengan orang beriman. Janganlah yang memakan makananmu melainkan orang bertakwa.” (HR. Abu Daud no. 4832 dan Tirmidzi no. 2395). Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah pernah mengungkapkan, “Makan bersama orang kafir tidaklah haram jika memang dibutuhkan atau ada maslahat yang syar’i. Namun non muslim sama sekali tidak boleh dijadikan sahabat, sampai makan bersama mereka tanpa ada sebab yang dibenarkan atau tidak ada maslahat. Akan tetapi, jika ada hajat seperti makan bersama tamu atau untuk mendakwahi mereka memeluk Islam, mengajak mereka pada kebenaran, serta sebab lainnya, maka tidaklah masalah. Kalau dibolehkan makan makanan ahli kitab, bukan berarti boleh menjadikan mereka sebagai teman karib dan teman duduk. Jadi, itu bukan pembolehan untuk bersama-sama dengan mereka dalam makan dan minum tanpa ada ...

Jika Kita Punya Salah Dan Belum Minta Maaf

Gambar
  Pertanyaan : dahulu saya pernah membully teman kerja saya, sekarang teman saya pergi ke luar negeri, bagaimana sarannya untuk saya? Jawaban: Dari  Abu Hurairah  radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya: أتدرون ما المفلِسُ ؟ قالوا : المفلِسُ فينا من لا درهمَ له ولا متاعَ . فقال : إنَّ المفلسَ من أمَّتي ، يأتي يومَ القيامةِ بصلاةٍ وصيامٍ وزكاةٍ ، ويأتي قد شتم هذا ، وقذف هذا ، وأكل مالَ هذا ، وسفك دمَ هذا ، وضرب هذا . فيُعطَى هذا من حسناتِه وهذا من حسناتِه . فإن فَنِيَتْ حسناتُه ، قبل أن يقضيَ ما عليه ، أخذ من خطاياهم فطُرِحت عليه . ثمَّ طُرِح في النَّارِ “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”. Para shahabat pun menjawab, ”Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda”. Nabi bersabda, ”Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela...

Niat Kajian Untuk Makanan ❓❓

Gambar
Pertanyaan :Jika datang ke kajian atau majelis Ilmu niatnya tidak ikhlas karena Allah atau karena ingin mendapat makanan, apakah kita mendapat pahala??  Jawaban : Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,   إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ   “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)  Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan benar-benar tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatka...

Jika orangtua tidak mengizinkan❓❓

Gambar
Pertanyaan : Jika orangtua tidak mengizinkan/merestui saya untuk menjadi pemain sepakbola, kemudian saya tetap kokoh ingin menjadi pemain sepakbola, apakah cita-cita saya tidak berkah? Jawaban : Seperti yang kita ketahui bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah hal yang wajib, selama mereka tidak menyuruh kepada perbuatan yang maksiat atau haram.  Maka untuk permasalahan ini sebisa mungkin untuk membujuk/merayu orangtua kita karena ditakutkan tidak ada keberkahan ketika kita memaksa sesuatu yang tidak mereka ridhoi. Sesuai hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, disebutkan: عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ “Darii ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung ke...