Niat Kajian Untuk Makanan ❓❓




Pertanyaan :Jika datang ke kajian atau majelis Ilmu niatnya tidak ikhlas karena Allah atau karena ingin mendapat makanan, apakah kita mendapat pahala?? 

Jawaban : Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

 إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ 

 “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits) 

Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan benar-benar tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan. Balasannya sangat mulia ketika seseorang berniat ikhlas karena Allah, berbeda dengan seseorang yang berniat beramal hanya karena mengejar dunia seperti karena mengejar wanita. 

Dalam hadits disebutkan contoh amalannya yaitu hijrah, ada yang berhijrah karena Allah dan ada yang berhijrah karena mengejar dunia. seandainya memang benar niatnya untuk Allah, maka apapun halangan atau rintangannya ingin berusaha dilalui. maka dalam kasus pertanyaan di atas bahwa seandainya seseorang ingin datang ke majelis ilmu dengan tujuan hanya untuk makanan, maka dia tidak akan mendapatkan pahalanya, dan seandainya di kajian atau majelis itu tidak ada makanan, maka dia akan kecewa. maka dari itu teman-teman kita perlu untuk menata hati kita ketika beribadah, seberusaha mungkin kita beribadah untuk Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghadapi Orang Yang Sering Mengejek/Mengolok Kita

Adab – Adab bermain Bola dan Futsal dalam Pandangan Islam

Bagaikan Tersengat Listrik